Baking & Travelling

Tampilkan postingan dengan label Bali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bali. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Februari 2016

Bali Part 4 (Bali Zoo, Mongkey Forrest, Radhana Hotel)

Ketika ke bali saya juga membawa serta anak-anak saya, sehingga saya juga memasukkan tujuan wisata yang sesuai dengan usia mereka, salah satunya bali zoo ini. Tiket masuk bali zoo sendiri saya pesan jauh-jauh hari sebelumnya di situs groupon. Saya mendapatkan harga yang cukup hemat yaitu disko 40% dari harga yang seharusnya. Selain itu membeli tiket online seperti ini memudahkan kami untuk tidak perlu menganti di tiket box on the spot mengingat waktu kami berlibur adalah waktu libur nasional dimana banyak orang datang untuk berlibur di tempat yang sama. Bali zoo ini sendiri adalah kebun binatang yang terletak di gianyar. Bali zoo dikelola perorangan sehingga harga tiket masuk yang diterapkan agak lebih mahal dibanding kebun binatang milik pemerintah misalnya kebun binatang ragunan. Tempatnya pun tidak terlalu luas, pengunjung pun dapat mengelilingi kebun binatang ini hanya dengan berjalan kaki. Terdapat fasilitas memberikan makan hewan di beberapa kandang misalnya memberi makan rusa, gajah, dan harimau. Namun tentu saja pengunjung akan dikenakan biaya ekstra untuk memberi makan hewan ini. Di kebun binatang ini juga menyediakan fasilitas menunggang gajah keliling kebun binatang tentunya dengan harga yang jauh lebih mahal bila dibandingkan dengan yang ada di taman safari puncak. Bali zoo juga mempunyai fasilitas water park buat anak-anak dengan tiket masuk yang terpisah dengan tiket masuk ke dalam kebun binatang. 


Setelah dari bali zoo, kami melanjutkan untuk perjalanan ke ubud untuk ke pasar ubud. Setelah itu kami pulang dan melewati mongkey forest, namun kami tidak masuk ke dalam keran khawatir akan monyet-monyet yang akan berkeliaran di dalam. Mengingat kami membawa anak kecil, sehingga kami putuskan untuk tidak masuk ke dalam mongkey forest.

Kami tinggal selama 5 hari di Hotel Radhana, sebuah hotel yang cukup baik di kawasan sunset road daerah kuta. Setiap kamar di hotel ini dilengkapi dengan Al-Quran dan mukena di dalam laci kamar. Sangat terbantu sekali dengan fasilitas beribadah ini terutama jika sedang berpergian seperti ini. Hotelnya tergolong bagus dengan fasilitas kolam renang dan sarapan gratis hanya dengan harga 300rban per malam. Seperti biasa kami memesan hotel melalui situs booking online dan sangat menghemat sekali memesan online jauh hari sebelumnya seperti ini dibandingnya langsung memesan ketika hari kedatangan.

foto berlatar belakang seperti ini wajib jika ke bali zoo 


fasilitas water park untuk anak-anak


pintu masuk kedalam kebun binatang


kura-kura yang edang mengobrol

anak baby lagi nonton gajah yang dikasih makan


sebelum masuk ke dalam kebun binatang, kita dapat berfoto disini dengan beberapa burung yang disediakan petugas, jika ingin mengambil foto jadi kita harus membayar ke pusat informasi yang terletak setelah tempat ini




memberikan makan rusa masuk kedalam kandang rusa

bagian depan monkey forest


jalanan di depan mongkey forrest



suasana meja makan di hotel tempat kami menginap



interior di dalam kamar hotel


ruang makan yang bisa dicontek idenya, bahwa satu meja makan tidak perlu sama warna kursi, dengan kreatifitas dapat menjadi kombinasi yang menarik


terdapat kolam renang di lantai paling atas hotel

Bali Part 3 (Uluwatu, Suluban Beach & Tanah Lot)

Ini kali dua saya mengunjungi pulau cantik ini. Namun masih banyak tempat yang belum saya kunjungi dipulau ini, salah satunya kawasan uluwatu. Liburan kali ini Uluwatu menjadi salah satu tempat tujuan yang wajib saya kunjungi. Uluwatu merupakan sebuah tebing yang berbatasan langsung dengan laut lepas. Terdapat sebuah pura yang berada tepat di atas tebing tersebut. Pemandangan dari atas tebing sangat cantik dengan langit dan laut lepas yang bewarna biru. Ketika saya berkunjung kesana, sedang ada anak-anak SD di bali yang melakukan kunjungan ibadah, mereka bersembahyang memakai pakaian adat yaitu kebaya dan kain yang bewarna putih. Sayangnya pura ini terbatas hanya untuk orang yang ingin beribadah saja yang dapat masuk ke dalam pura. Jalan menuju uluwatu, kita bisa melihat pemandangan berupa hutan di kiri dan kanan jalan, karena sewaktu saya berkunjung sedang musim kemarau banyak pepohonan yang kering dan meranggas, namun terlihat cantik.

Setelah mengunjungi Uluwatu, kami lanjutkan perjalanan menuju pantai yang tidak jauh dari sana, pantai tersebut bernama suluban atau yang lebih dikenal dengan blue point beach. Sebenarnya banyak pantai yang dapat di singgahi di sepanjang perjalanan pulang atau menuju uluwatu. Beberapa pantai diantaranya pantai pandawa, dream land, dan suluban ini. Namun karena saya belum pernah ke pantai ini, saya merasa tertarik dan terlebih lagi suami saya di beberapa bulan sebelumnya pernah berkunjung ke pantai ini dan dia merekomendasikan pantai ini untuk dikunjungi. Kesan pertama yang saya dapatkan, pantai ini berada di bawah tebing, sehingga menuju ke pantai ini kita harus menuruni anak beberapa tangga, cukup membuat berkeringat. Kita juga akan melewati gua ketika menuruni anak tangga. Ketika sampai di vivir pantai, pemandangan warna lautnya memang sangat cantik, seperti laut tersembunyi yang belum banyak terjamah orang. Namun sayangnya banyak sekali warga asing yang memanfaatkan pantai ini untuk berjemur, saya agak risih dengan bule-bule yang berjemur, sehingga kami pun tidak berlama-lama di pantai ini. 


Pantai terakhir yang kami kunjungi selama dibali adalah tanah lot. Tanah lot sendiri merupakan sebuah pura yang berada di batu/pulau kecil dekat dari pantai. Terdapat beberapa pura di dalam kompleks tanah lot ini. Sewaktu kami berkunjung kesana sedang ada perayaan umat hindu, terdapat sekelompok orang yang menyediakan makanan besar untuk dimakan bersama-sama. Beberapa Ibu yang menggunakan pakaian adat terlihat sedang sibuk menyiapkan makanan untuk mereka makan bersama.

kuta beach yang tidak jauh dari hotel tempt kami menginap


pemandangan uluwatu yang mengarah ke laut lepas


pemandangan hutan yang berada di sisi kiri dan kanan jalan menuju uluwatu

pura uluwati yang tidak semua orang dapat memasukinya, hanya yang berkepentingan beribadah yang dapat masuk ke dalam pura

pantai suluban/ blue point beach


pemandangan dari pantai suluban

Fathian puciiing banyak bule berjemulll katnyaa…

tanah lot



pemandangan dari atas bukit memandang pura tanah lot


beberapa Ibu sedang menyiapkan makanan untuk dimakan bersama


Minggu, 14 Februari 2016

Bali Part 2 (Bebek Tepi Sawah & Bale Udang Ubud)

Tujuan kuliner di bali tentu saja saya ingin mencicipi makan si bebek tepi sawah langsung ke tempat asalnya yaitu di daerah ubud. Tidak sulit untuk menemukan tempat ini, rumah makan ini ramai sekali ketika musim liburan. kami juga tidak bisa parkir di depan rumah makan ini, namun pihak restoran mengarahkan kami untuk parkir ke belakang restoran dengan melewati jalan kampung. Tempatnya cukup luas seperti resto bebek yang sudah ada sebelumnya di ubud (bebek bengil), resto ini juga memiliki pemandangan sawah di tengah diantara saung-saung tempat makan. Rasa makanannya menurut saya sama saja dengan rasa bebek tepi sawah yang ada di jakarta, namun penyajian dari segi sayurannya saja yang berbeda jenis dengan yang ada disini. saya paling suka dengan bebek bakarnya, lembut dan enak, bebek dsini adalah bebek muda 1/2 ekor jadi rasanya dagingnya terasa empuk.

formasi lengkap menunggu si bebek datang


pemandangan sawah yang terhampar di dalam restoran








makan di bale udang ubud



kolam yang penuh ikan di bale udang


Bali Part 1 (Penglipuran, Danau batur & GWK)

Libur lebaran tahun lalu, saya dan keluarga sengaja pergi berlibur ke Bali. Memang liburan ini sudah di rencanakan jauh hari sebelumnya. Segala persiapan telah kami lakukan mulai dari memesan tiket maskapai (kami menggunakan situs traveloka), memesan hotel dan menyusul itinerary. Memesan tiket dengan menggunakan situs traveloka menurut saya jauh lebih murah dibandingkan website maskapai. sedangkan memesan tiket hotel biasanya saya membandingkan beberapa situs booking online seperti traveloka, booking.com, dan agoda untuk melihat harga yang paling rendah yang di tawarkan. Pemesanan secara online ini sangat membantu saya setiap kali merencanakan sebuah liburan karena setelah tiket dan hotel di tangan, saya lebih leluasa untuk menyusun itinerary.

Liburan kali ini juga dalam rangka 7th wedding anniversary saya dan suami yang tepat jatuh pada hari pertama berangkat ke Bali. Awalnya juga kami tidak menyadari kalau kami memesan tiket keberangkatan di tanggal hari ulang tahun pernikahan saya. Kami berada di bali untuk 5 hari empat malam, cukup banyak objek wisata yang terdaftar dalam itinerary kami, diantaranya desa penglipuran, danau batur dan GWK. Desa penglipuran merupakan salah satu tujuan utama para turis mancanegara. Hampir setiap rumah di kawasan desa ini menjual hasil kerajinan yang dibuat  sendiri seperti anyaman dari bambu, aneka makanan mapun minuman. Tidak jarang para warga mempersilahkan pengunjung  untuk masuk kedalam rumah untuk melihat-lihat rumah warga dan sekaligus menawarkan barang dagangan mereka.



di ruang tunggu SHIA

desa panglipuran, setiap rumah memiliki pintu masuk yang sama seperti ini

setiap rumah di desa ini terdapat papan petunjuk informasi tentang berapa jumlah anggota keluarga dan nama kepala keluarga

spot foto di desa penglipuran

foto berdua di hari ulang tahun pernikahan

lingkungan di dalam desa penglipuran, sangat bersih dan tertata rapih



terdapat berbagai macam alat musik tradisional bali di sebuah rumah/ pendopo 


kawasan dalam GWK
patung garuda yang sampai dengan saat ini masih belum disatukan dengan patung wisnu


pemandangan dari atas pendopo dekat patung wisnu

patung wisnu dari kejauhan

7 tahun yang lalu foto disini masih berdua tahun 2015 foto di sini sudah ber4, InsyaAllah tahun-tahun mendatang bertambah lagi pasukannya :)

abi, kakak dan dd berfoto di kolam ikan di bawah patung wisnu

terdapat teater terbuka untuk pertunjukan seni tari mapun legenda di area GWK


miniatur hasil akhir dari patung wisnu dan garuda yang sampai dengan hari ini masih dalam proses pengerjaan
danau batur dari kejauhan, sayangnya kami tidak sempat untuk turun menuju danau batur dikarena kami memiliki tempat-tempat lain yang belum kami kunjungi sesuai dengan itinerary yang telah kami buat